/home/ijrsor/public_html/lib/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:610 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id where b.opac_hide=0 order by b.last_update desc limit 10 offset 1350" ]
Bind Value ⚒️: []
Dalam buku ini, para penulis menyebutkan bahwa khitan pada anak perempuan lebih merupakan suatu tekanan dan siksaan bagi yang mengalami, terlebih jika praktik khitan berupa usaha untuk membuang ujung klitoris dengan alat, seperti pisau lipat kecil, silet, pemotong kuku, atau pinset. Untuk proses penyembuhan, ada orang yang menggunakan spiritus, parutan kunyit, kapur sirih, minyak kelapa, param …
Buku ini berisikan perbincangan filosofis tiga perempuan - Weil, Bespaloff dan Laksmi - tentang ihwal kekerasan, perang, puisis dan hati. Esai puitis ini tak hanya mendalam, baris-baris kalimatnya menggemakan makna berganda-ganda. Di dalam buku ini, filsafat tak cuma mengusik, ia juga menawan dan cantik.